First Impression – Nisekoi Anime

printscreen22

New year, new season, new anime. Nisekoi berada di jajaran teratas anime season ini yang saya tunggu-tunggu sejak tahun kemarin. Alasan utamanya selain karena saya sangat menyukai versi manga dari Nisekoi ini, seri dengan tema love comedy selalu menjadi salah satu tema favorite saya. Biasanya untuk menilai anime season baru yang saya tonton, saya akan mencoba 2-3 episode terlebih dahulu lalu kemudian mengambil salah satu dari 3 keputusan berikut: 1. Mengikuti anime sampai tamat/ganti season 2. Tunggu sampai tamat/ganti season lalu marathon 3. Complete drop. Okesip, mari dimulai saja first impression saya terhadap adaptasi anime dari Nisekoi ini.

Disclaimer: Ini hanyalah sekedar review dari sudut pandang saya sebagai your everyday normal anime viewer, bukan review mendalam yang menilai segala sesuatunya secara objektif. Singkatnya review ini dibuat dengan dasar sesuka gue, semau gue. (Abuget, 2012)

1. So Very SHAFT

One scene, many backgrounds

One scene, many backgrounds

Hal pertama yang terlintas dalam benak saya yah ini, SHAFT banget. Saya memang hanya menonton sedikit anime dari studio SHAFT (Monogatari series dan Negima!?, diantara lain), tapi khas pembawaan SHAFT di anime ini terasa betul. Sempat ada scene dimana tokoh utama dari anime ini (Raku Ichijo) melakukan The Infamous SHAFT Head Tilt, tapi bagi saya pribadi yang paling membuat saya merasa bahwa anime ini terasa SHAFT banget adalah saat dimana ada 1 scene dengan berbagai background.

2. Sesuka gue, semau gue™

Sesuka gue, semau gue™

Tampak atas: Seperti komik Paman Gober. Tampak bawah: Tidak seperti komik Paman Gober

Satu hal yang saya ingat dari SHAFT, mereka kebetulan juga menganut paham “Sesuka gue, semau gue”, dalam artian mereka terkadang membuat sebuah scene yang nampak plain dan/atau avant-garde, tapi di satu scene lainnya mereka menyajikan scene yang apik dan glamour. Saya sendiri cukup menikmati cara pembawaan seperti ini, disatu waktu saya bisa memanjakan mata dengan scene yang bagus, di satu waktu lagi saya bisa mengistirahatkan mata saat melihat scene yang polos.

3. Chitoge is cute

Ini adalah Chitoge

Ini adalah Chitoge

Saya sebenarnya fanboy Tsugumi, tapi karena belum mendapatkan screen time, untuk sementara ini saya merasa cukup puas dihibur oleh Chitoge.

Selain dari 3 poin diatas, saya juga cukup menikmati anime ini karena cukup jenaka dan fase pembawaannya cukup santai. Jalan ceritanya sejauh ini juga masih sama persis dengan seri manga orisinalnya, menjadi salah satu alasan yang membuat saya makin kerasan untuk mengikuti seri anime ini.

So what next?

Setelah menonton 2 episode dari anime Nisekoi ini, saya mengambil keputusan untuk mengikuti seri anime ini secara berkala hingga tamat/ganti season. Lalu tolong nanti itu Tsugumi kalau dapat screen time dibuat seindah dan se-glamour mungkin yah, tolong yah SHAFT. Dan ini gambar random dari saya, silahkan dinikmati.

BIONIC ARM

BIONIC ARM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s