OlymPPIc 2010: Where athletes and stooges met

Kemarin baru saja berakhir salah satu acara akbar di Singapore yaitu OlymPPIc 2010. Jujur saja, ini adalah salah satu event yang berhasil membuat saya keluar dari gaya hidup hikikomori saya setelah sekian lama ini. 😆

Semuanya berawal ketika saya pergi berkunjung ke tempat seorang kawan untuk meminta solusi dalam memecahkan beberapa soal Visual Basic pada hari Jumat minggu lalu. Pada saat itu semuanya berjalan seperti yang saya rencanakan: datang, ngobrol, main BlazBlue, main gitar, makan siang, ngobrol lagi, lalu menyalakan laptop. Hingga akhirnya handphone teman saya berdering yang menginstruksikan dia untuk segera pergi menemui seseorang. Dia juga meminta bantuan saya untuk memasang alat-alat band untuk acara besok. Saya pikir, kenapa tidak? Toh, saya sudah lama tidak dapat job seperti ini. Dan akhirnya pun rencana ultimate saya sudah berbelok, nyasar dari arah yang sebenarnya.

Ternyata yang dimaksud memasang alat-alat band itu adalah pergi mengambil alat-alat band itu di KBRI, angkut ke dalam mobil yang (untungnya) disediakan oleh KBRI, bawa ke venue yang dimaksud yaitu SIS, baru di pasang dan di set disana. Alhasil disamping menjadi kuli panggul dadakan, waktu yang dihabiskan pun cukup lama dikarenakan jarak antara KBRI dan SIS cukup jauh.

Setelah menyelesaikan semuanya, sesaat sebelum saya pulang saya dipanggil oleh teman saya untuk datang kembali besoknya dengan maksud memeriksa ulang alat-alat band. Saya pun menyetujuinya dan pada saat itu juga saya diangkat menjadi salah satu helper untuk acara OlymPPIc 2010.

Helper itu saya kira adalah sebuah pekerjaan yang mulia, karena bila di bahasa Indonesiakan saja helper itu artinya “Penolong”. Tapi ternyata pekerjaan tersebut gak jauh dari mengangkut botol aqua, jadi ballboy di arena futsal, menjadi wasit dan/atau timer untuk pertandingan futsal dan basket, dll. Memang itu semua pekerjaan yang mulia, tapi melelahkan. 😛

Namun dalam event ini, saya berhasil mendapat banyak kenalan baru yang menurut saya benar-benar merupakan sesuatu yang berharga, karena bagi saya memperbanyak teman itu adalah langkah awal untuk menguasai dunia. 😈 *dilempar sendal*

Teman yang saya dapatkan dalam event kali ini pun banyak yang ternyata sepikiran dan sejalur sama saya dalam tingkat ketidakwarasannya. Contoh saja 2 teman baru saya, Albert dan An-an. Sehari sebelum event final OlymPPIc, seharusnya para atlet dan panitia beristirahat dengan baik karena besok akan menjadi hari yang super melelahkan. Kegiatan saya dan dua teman baru saya? Pesta pora, bermain Guitar Hero, bereksperimen dalam memasak, dll hingga jam 3 pagi. Alhasil besoknya, yah, entah kenapa cuman saya yang loyo, sementara mereka malah segar bugar seperti tidak begadang sama sekali. Padahal, venue untuk final juga pindah ke Republic Polytechnic yang berada di Woodlands, hanya tinggal beberapa langkah lagi dari Malaysia. 😯

Dalam event kali ini pula, secara tidak langsung jiwa olahragawan saya kembali dipanggil setelah sekitar 1.5tahun saya full berhenti dari semua kegiatan olahraga yang dulu saya lakukan. Saat melihat pertandingan basket, jiwa shooting guard saya saat masih SMP-SMA kembali terpanggil dan memaksa saya untuk kembali bermain. Saat melihat pertandingan futsal, jiwa seorang center back saya saat SMA menampar saya dan menarik saya kembali memasuki dunia persepakbolaan. Saat saya melihat pertandingan bulu tangkis, jiwa saya sebagai supporter yang terpanggil, sebab saya tidak pernah bermain bulu tangkis secara serius. 😆

Yah, pokoknya™ event ini benar-benar berarti untuk saya. Apalagi setelah final selesai dan jumlah medali yang diperoleh dari tiap sekolah per-cabang diakumulasikan, sekolah saya mendapat medali terbanyak dan berhasil mempertahankan piala bergilir OlymPPIc. :mrgreen:

Terima kasih kepada semua teman-teman saya, para komite, para helper, para atlet, serta para supporter-supporter yang berhasil membuat event ini menjadi sukses. Terutama kepada Presiden OlymPPIc 2010 yang juga menjadi salah satu panutan saya dalam bermain basket, bang/kakak/mas/agan Ucox. 8)

Panitia OlymPPIc 2010 (Coba tebak saya yang mana? 😛 )

Dan tugas Visual Basic saya? Oh, tentu masih belum selesai.

.

.

.

.

.

*lompat dari lantai 30*

Iklan

13 pemikiran pada “OlymPPIc 2010: Where athletes and stooges met

  1. Namun dalam event ini, saya berhasil mendapat banyak kenalan baru yang menurut saya benar-benar merupakan sesuatu yang berharga, karena bagi saya memperbanyak teman itu adalah langkah awal untuk menguasai dunia.

    Dapet pacar baru ga? :-”

    Panitia OlymPPIc 2010 (Coba tebak saya yang mana? 😛

    Lha itu jelas kan? :-“

  2. Ping balik: Hangar 526 in 2010 « Hangar 526

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s