Venezia dan Neo-Venezia

Pada kesempatan kali ini, saya ingin me-review sebuah karya tulis dan sebuah manga yang menurut saya mempunyai beberapa kemiripan.

Banyak Jalan Menuju Italia

Cover Buku dari Ciao Italia!

Cover Buku dari Ciao Italia!

Judul: Ciao Italia! Catatan Petualangan Empat Musim
Penulis: Gama Harjono
Penerbit: Gagas Media

Sekedar informasi, ini adalah buku non-komedi pertama yang saya baca dari Gagas Media. Entah kenapa, saat melihat cover dari buku ini, saya merasa tertarik untuk membelinya dan berharap bisa membaca suka-duka dari pelajar yang berada di daratan Italia. Dan benar, saya mendapatkan ekspektasi saya pada buku ini, lengkap juga dengan detail keindahan Italia yang menurut saya diceritakan dengan baik.

Yang saya suka dari buku ini adalah bagaimana si Penulis menumpahkan semua kekaguman dia akan negeri Italia dengan baik, tanpa melebih-lebihkan dan bisa divisualisasikan dengan baik oleh Pembaca(setidaknya, saya). Tiap paragraf tertata dengan apik dan rapih, membuat buku ini mudah dan enak dibaca.

Tapi tentu saja tidak ada buku yang sempurna, karena menurut saya buku ini terkadang suka memakai istilah Italia yang tidak familiar. Walaupun Penulis memberikan informasi tentang arti dari istilah Italiano tersebut, tapi itu hanya sekali dan bila dia memakainya lagi, sering saya bingung dan pada akhirnya harus bolak-balik buku tersebut untuk mencari arti dari istilah Italiano itu. 😛

Gambaran Masa Depan Venezia

Cover manga ARIA

Cover manga ARIA

Judul: ARIA, A.D. 2301 The Voyage From Neo-Venezia
Penulis: Kozue Amano
Penerbit: M&C(Indonesia)

Bercerita tentang kehidupan sehari-hari seorang Undine yang bersetting di sebuah planet bernama Aqua. Sekilas manga ini hanyalah sebuah manga membosankan bagi beberapa pembaca yang biasa membaca manga bertema petualangan atau action karena manga ini bagaikan sebuah diary bergambar. Namun bagi saya pribadi, justru hal itulah yang menarik saya untuk membaca manga ini. 😀

Selain membaca perkembangan Undine dari seorang Pair; menjadi Single; kemudian berlanjut ke Prima, di manga ini sang mangaka juga dengan baik menyampaikan cerita-ceritanya tentang keindahan dan keunikan dari Neo-Venezia ini, yang merupakan sebuah gambaran tentang Venezia di masa depan. Tapi, Neo-Venezia yang diciptakan oleh sang mangaka disini tidak begitu berbeda dengan Venezia yang ada pada saat ini, yah karena dalam ceritanya juga Neo-Venezia itu adalah sebuah kota yang dibuat semirip mungkin dengan Venezia kuno, walau menurut saya juga udah cukup futuristis. 😛

Beberapa kesamaan yang saya dapat di dalam kedua buku ini adalah:

1. Keduanya sama-sama menceritakan tentang keindahan Italia

Yah, walau tidak secara keseluruhan dalam ARIA sih. 😛

Terkadang, saya tidak begitu menyukai karya-karya yang menceritakan tentang betapa indahnya ini-itu sana-sini dan lain sebagainya, karena saya kerap menemukan bahwa yang mereka tulis itu adalah sekedar pendapat pribadi mereka, yang memang ingin membesar-besarkan sesuatu hal yang mereka sukai. Hiperbola? Ya, itu sering saya temukan dalam karya-karya seperti itu, namun untungnya tidak dalam kedua karya yang saya ulas kali ini. 🙂

2. Setting tempat dan feel yang mirip

Mirip sekali malah, bila saya boleh bicara. Bahkan terkadang saya menemukan kemiripan yang amat sangat, seperti pada saat menceritakan tentang coffee break di sebuah kedai, atau saat mendeskripsikan sebuah Piazza yang mereka kunjungi. Padahal, saya jelas-jelas membaca dua buku yang berbeda, tapi saya mendapat sebuah feel yang sama. Menarik. 😀

3. Perasaan penulis yang (menurut saya) sama

Penulis Ciao Italia! sangat menyukai keadaan Itali yang kuno dan masih menyimpan banyak nilai-nilai sejarah. Dalam manga ARIA, sang mangaka, walaupun menamakan setting tempatnya Neo-Venezia, dia membuat Neo-Venezia bagaikan sebuah replika dari Venezia Italia yang masih ingin memberikan kesan kuno dan menyimpan nilai sejarah.

Hmm, ternyata masih banyak juga orang yang merindukan akan peradaban kuno pada zaman dahulu, padahal saya pribadi lebih suka menunggu dan melihat apa yang akan terjadi pada peradaban kita ke depan, lebih modern atau kembali ke zaman Jahiliyah? Ah, tidak usah dipikirkan, mari kita lihat seiring berjalannya waktu. 😛

Oh, sudah selesai? Jadi begitulah, ini pertama kalinya saya mengulas tentang sebuah karya cetak. Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dalam review saya pada post ini. 🙂

Iklan

Satu pemikiran pada “Venezia dan Neo-Venezia

  1. Ping balik: Hangar 526 in 2010 « Hangar 526

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s